MALL DEPOK TOWN SQUARE Lantai 2 Blok SS1 No. 5-7 Jl. Margonda Raya No 1…

7 Tren Digital Marketing Yang Akan Booming di Tahun 2021

#1 E-commerce

Belanja online bukanlah suatu hal yang baru, tetapi, pelajaran penting yang bisa dipetik dari pandemi ini adalah bahwa e-commerce merupakan sebuah kebutuhan.

Menurut Nasdaq, pada tahun 2040, 95% dari semua pembelian akan dilakukan melalui e-commerce.Banyak bisnis yang tidak dapat sepenuhnya beralih ke e-commerce telah gulung tikar. Itulah yang menyoroti pentingnya mengaktifkan toko online untuk para pelanggan.

Tak hanya untuk menghadapi krisis seperti pandemi, pelanggan lebih meminati e-commerce karena kenyamanan dan akses ke produk yang lebih mudah.

#2 Artificial intelligence marketing

#2 Artificial intelligence marketing

AI atau kecerdasan buatan muncul dengan berbagai cara di seluruh proses bisnis dan pemasaran.Perusahaan dapat menggunakannya untuk meningkatkan alur komunikasi, menganalisis data, melacak penjualan, hingga memproyeksikan pola perilaku pelanggan. Secara tidak langsung, AI akan mempermudah proses perancangan strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh tim marketing. Oleh karena itu, perusahaan akan mulai mempertimbangkan AI sebagai aset investasi di semua bidang pada tahun 2021 kelak.

#3 Tren voice search

#3 Tren voice search

Voice search memang sudah menjadi opsi sekarang ini. Akan tetapi, fitur tersebut dianggap masih memerlukan beberapa perbaikan karena terkadang keyword yang ter-input tidak akurat. Nah, melansir The Digital, voice search akan sepenuhnya dimanfaatkan dan menjadi tren digital marketing pada tahun 2021 nanti. Mengapa demikian? Pasalnya, kini, semakin banyak pengguna yang menelusuri internet dengan cara seperti ini. Hal ini terbukti setelah tren pembelian pada tahun 2020 menunjukkan bahwa device dengan orientasi smart home dan handsfree lebih diminati oleh pelanggan.

#4 Video marketing

#4 Video marketing

Menurut The Tech Learn, 60% pelanggan mengungkapkan bahwa menonton video sebelum membeli memberi produk dapat membuat mereka lebih percaya diri untuk membeli produk tersebut. Video yang deskriptif dan menarik dapat memberikan pelanggan gambaran yang lebih jelas mengenai kelebihan dan kualitas produk. Maka dari itu, brand sebaiknya mulai mempromosikan video DIY, kisah naratif dari pendiri perusahaan, atau bahkan bermitra dengan videografer andal. Hal itu penting agar video yang dibuat dapat meninggalkan kesan baik di benak para pelanggan.

#5 Tren social network

#5 Tren social network

Menurut Smart Insights, penggunaan jaringan sosial telah meningkat secara drastis. Hal tersebut membuat perusahaan perlu mengubah kepentingan relatif dari social network sebagai metode untuk menghasilkan awareness. TikTok terkenal sebagai platform media sosial yang terus berkembang popularitasnya secara global. Sebagai tanggapan, Facebook telah merilis Instagram Reels. Maka, akan menarik bagaimana brand akan menggunakan platform video pendek ini untuk keperluan marketing.

#6 Interactive content

#6 Interactive content

Bila membahas tren pemasaran digital untuk tahun depan, content adalah bidang yang mendapatkan sorotan utama. AR/VR, video 360 derajat, postingan yang dapat dibeli, polling, dan kuis adalah beberapa contoh interactive content. Konten sendiri merupakan alasan terbesar bagi pengguna untuk tinggal lebih lama di situs web perusahaan. Oleh karena itu, konten secara otomatis dapat meningkatkan brand awareness juga brand engagement.

#7 Viral marketing

#7 Viral marketing

Melansir The Tech Learn, meskipun audiensnya sebagian besar adalah Gen-Z, bukan berarti perusahaan tidak dapat menyampaikan pesannya secara efektif. Mengoptimalkan video TikTok dengan hashtag dan deskripsi saja tidak cukup. Perusahaan harus memiliki konten yang unik dan orisinil agar dapat menyaring engagement yang besar. Viral marketing tak hanya berlaku di TikTok, lho. Perusahaan juga dapat memanfaatkan thread di Twitter dan fitur IG story dan Reels di Instagram.

Berita lainnya

Yuk baca berita Java Web Media