Biar nyambung, silakan baca post sebelumnya ya.
Setelah Anda tahu kebutuhan website client, maka ini adalah panduan menghitung biaya proyek berdasarkan kebutuhan client tersebut.
Masukkan biaya domain & hosting sebagai tambahan biaya jika memang dibebankan kepada Anda. Spesifikasi makin tinggi, maka biaya hosting akan semakin mahal.
Lakukan riset biaya domain & hosting dulu sebelum memutuskan besarannya.
Beberapa client biasanya sudah memiliki desain website mereka sendiri. Anda tinggal mengubahnya menjadi website.
Jika tidak ada desain, maka Anda harus memperhitungkannya. Opsi lain, Anda bisa langsung membeli template web yang client sukai dan harapkan.
Perkirakan berapa hari/jam dapat mengerjakan proyek website tersebut, lalu kalikan tarif perhari/perjam Anda. Misalnya:
Biaya di atas adalah perhitungan kasar perhari.
Ada kalanya client akan meminta Anda untuk melatih staffnya agar dapat mengupdate konten website mereka sendiri.
Lengkapi dengan manual book (bisa buku atau video tutorial). Perhitungkan biaya ini juga.
Anda harus memperhitungkan biaya pembuatan konten (gambar, teks dan video) jika client belum memiliki konten untuk websitenya. Misalnya harga perkonten berita/profil Rp 100.000. Jika konten dipersiapkan oleh client, maka itu akan lebih mudah.
Hitung biaya lain-lain yang mungkin timbul, seperti biaya internet, komunikasi, sewa alat, fotografer cetak, dsb.
Selamat Menerima Proyek yah!